Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Titrasi Asam Basa

2 min read

Titrasi Asam Basa

Pada pembahasan kali ini akan mengulas materi mengenai kimia tentang Titrasi Asam Basa. Maka kita akan jabarkan secara detail dan lengkap dari pengertian, perubahan pH, rumus, beserta contoh soal dan pembahasan soalnya.

Pengertian Titrasi

Titrasi adalah sebuah metode yang bisa digunakan dalam menentukan suatu konsentrasi sebuah larutan. Dengan cara menetesi larutan yang akan dicari konsentrasinya (analit). Lalu juga dengan sebuah larutan hasil standarisasi yang sudah bisa diketahui konsentrasi dan volumenya (titrant).

Pengertian Titrasi Asam Basa

Titrasi Asam Basa

Titrasi Asam Basa adalah penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang ingin diketahui kadarnya atau juga pada sebaliknya. Kadar pada suatu larutan asam dengan larutan basa yang akan diketahui, dengan didasarkan pada sebuah reaksi netralisasi.

Dalam menetapkan kadar suatu larutan dengan mereaksikan sejumlah larutan itu yang volumenya terukur bisa kita ukur dengan suatu larutan lain yang telah diketahui kadarnya dan juga secara bertahap-tahap.

Rumus Titrasi Asam Basa

Rumus Titrasi Asam Basa Manovalen/Divalen :

Ma . Va = Mb . Vb

Rumus Titrasi Asam Divalen dengan Basa Manovalen :

2Ma . Va = Mb . Vb

Rumus Titrasi Basa Divalen dengan Asam Manovalen :

Ma . Va = 2Mb . Vb

Perubahan pH Titrasi Asam Basa

Ketika larutan basa sedang ditetesi dengan larutan asam, pH larutan pun akan menjadi turun, dan juga sebaliknya. Namun jika larutan asam sedang ditetesi dengan larutan basa, maka pH pun larutan juga akan naik.

Jika suatu pH larutan asam basa sudah diplotkan untuk fungsi dari volume larutan basa atau asam itu yang sudah diteteskan. Maka akan diperoleh suatu grafik yang dapat disebut kurva titrasi.

Perubahan pH

Sehingga, kurva titrasi bisa menunjukkan suatu perubahan pH larutan selama proses titrasi asam dengan basa berlangsung atau juga sebaliknya. Namun bentuk kurva titrasi sendiri mempunyai karakteristik tertentu yang bergantung pada kekuatan dan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi.

1. Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat

Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat

Jadi kurva diatas bisa kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, adalah sebagai berikut :

Jadi pertama kita lihat pH larutan naik sedikit demi sedikit.

Perubahan pH drastis akan terjadi ketika pada titik ekivalen.

pH titik ekivalennya = 7 (netral).

Indikator yang bisa digunakan adalah : metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein.

Tetapi, yang sering digunakan adalah fenolftalein karena pada perubahan warna fenolftalein yang lebih mudah untuk diamati.

2. Titrasi Asam Lemah Dengan Basa Kuat

Kurva Titrasi

Kurva diatas bisa kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, adalah antara lain :

Bisa dilihat titik ekivalen terletak di atas pH 7, yaitu antara 8 – 9.

Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen lebih kecil, namun hanya sekitar 3 satuan, adalah dari pH ±7 hingga pH ±10.

Indikator yang bisa digunakan adalah fenolftalein.

Metil merah tidak bisa digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalennya.

3. Titrasi Basa Lemah Dengan Asam Kuat

Kurva Titrasi

Kurva diatas bisa kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, adalah antara lain :

Bisa kita lihat titik ekivalen berada di bawah pH 7, adalah antara 5 – 6.

Pada lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen hanya sedikit, sekitar 3 satuan, adalah dari pH ±7 hingga pH ±4.

Indikator yang bisa digunakan : metil merah.

Fenolftalein tidak bisa digunakan karena ada perubahan warnanya akan terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen.

Baca Juga : Rumus Impuls

Contoh Soal Titrasi Asam Basa

1. Ada sebuah Larutan HCl 0,3 M, akan dititrasi dengan larutan NaOH, pada titik akhir titrasi tercapai bila 10 ml larutan HCl dan memerlukan 75 ml larutan NaOH :

  • a. Maka tentukan molaritas NaOH tersebut!
  • b. Maka tentukan Konsentrasi 20 ml Ca(OH)2 yang dititrasi dengan 100 ml larutan HCI 0,1 M!

Penyelesaian :

Diketahui :

  • Ma = 0,3 M
  • Va = 10 ml
  • Vb = 75 ml
  • nA = 1
  • nB = 1

Ditanya : Mb = ….?

Jawab soal a :

  • Maka a. Mb = Va x Ma x nA atau Vb x nB.
  •     Mb = 10 x 0,3 x 1 atau 75 x 1.
  •      Mb = 0,04 M.

Maka, molaritas dari larutan tersebut yaitu = 0,04 M

Jawab soal b :

  • Maka b = Va x Ma x nA = Vb x Mb nB.
  • Maka = 100 x 0,1 x 1 = 20 x Mb x 2
  • Mb = 100 x 0,1 x 1 : 40.
  • Mb = 0,25 M.

Maka, konsentrasi dalam larutan tersebut yaitu = 0,25 M.

Demikian pembahasan lengkap mengenai Titrasi Asam Basa rumus dan contoh soal dan pembahasannya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Hijau
Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Manfaat Perak

Hijau Hijau
2 min read

Rumus Asam Sitrat

Hijau Hijau
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close