Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Stoikiometri

2 min read

Stoikiometri

Pada pembahasan kali kita akan mengulas materi mengenai pengertian, rumus, jenis-jenis dan contoh soal. Dan juga pembahasan senyawa kimia dasar Stoikiometri. Maka anda perlu simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Stoikiometri

Jadi kata “Stoikiometri” itu berasal dari bahasa Yunani adalah “Stoicheion” mempunyai arti “unsur/elemen” dan kata “Metria” yang berarti “mengukur”. Stoikiometri yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif yang terletak di antara pereaksi (reaktan) dan sebuah produk (hasil reaksi) pada reaksi kimia.

Stoikiometri dapat disebut juga sebagai matematika di balik ilmu kimia. Produk adalah berbagai zat-zat yang dihasilkan oleh suatu reaksi kimia. Reaktan adalah suatu zat yang berpartisipasi oleh suatu reaksi kimia.

Stoikiometri juga akan bergantung pada suatu kenyataan bahwa unsur-unsur dapat berperilaku dengan cara yang telah diprediksi. Dan materi yang tidak dapat diciptakan atau dihancurkan.

Menurut Para Ahli

1. Chang (2005)

Stoikiometri merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kuantitas produk dan reaktan pada suatu reaksi kimia. Jadi perhitungan stoikiometri yang baik itu dikerjakan dengan menjelaskan pada sebuah kuantitas yang diketahui atau tidak diketahui dalam mol dan lalu jika perlu dikonversi akan menjadi satuan lainnya.

2. Achmad dan Tupamahu (1996)

Stoikiometri merupakan sebuah kajian mengenai berbagai hubungan-hubungan kuantitatif pada suatu reaksi kimia.

3. Alfian (2009)

Stoikiometri reaksi merupakan sebuah penentuan perbandingan massa dari berbagai unsur-unsur senyawa yang dihasilkan oleh pembentukan pada senyawanya.

Dasar Stoikiometri Larutan

Jadi istilah “konsentrasi” larutan yang menyatakan suatu jumlah zat terlarut yang dilarutkan dengan sejumlah tertentu pelarut atau dengan sejumlah tertentu larutan. Maka konsentrasi larutan dapat dinyatakan pada molaritas. Molaritas (M) yang dinyatakan sebagai jumlah mol zat terlarut per liter larutan.

Dasar Stoikiometri Gas Ideal

Volum molar, Vm, yang dinyatakan sebagai volum dari 1 mol entitas (atom, ion, molekul, unit formula) dari materi. Maka Satuan dari volum molar (Vm) yakni L/mol.

Jadi hukum Avogadro mendefinisikan bahwa pada tekanan dan temperatur tertentu akan tetap, volum gas secara langsung maka berbanding lurus terhadap dengan sebuah jumlah gas.

Stoikiometri

Jenis – Jenis Stoikiometri

1. Stoikiometri Reaksi

Stoikiometri memang sering dipakai dalam menyeimbangkan suatu persamaan kimia yang dapat ditemukan pada stoikiometri reaksi.

Maka menggambarkan pada suatu hubungan kuantitatif antara zat yang disebabkan karena sudah berpartisipasi pada sebuah reaksi kimia.

2. Stoikiometri Komposisi

Stoikiometri komposisi ini dinyatakan sebagai kuantitatif (massa) yang adalah suatu hubungan antara berbagai unsur-unsur pada reaksi senyawa.

Contohnya yaitu di dalam stoikiometri komposisi itu telah menggambarkan (massa) senyawa nitrogen dengan hidrogen yang berpartisipasi dan dapat menjadi amonia kompleks.

Adalah 1 mol nitrogen dan 3 mol hidrogen pada setiap 2 mol amonia. Mol adalah satuan yang dapat dipakai didalam kimia pada sejumlah zat.

3. Stoikiometri Gas

Jenis stoikiometri merupakan yang dapat berhubungan dengan salah satu reaksi yang berhubungan dengan gas, yang mana dalam gas itu berada pada sebuah suhu, tekanan dan volume yang dapat dikenal juga bisa dianggap sebagai gas ideal.

Dan untuk gas, pada perbandingan volume idealnya tersebut berarti sama dengan hukum gas ideal. Namun pada sebuah rasio massa reaksi tunggal itu harus dapat dihitung dari massa molekul reaktan dan juga pada suatu produk yang mana massa molekul itu adalah massa 1(satu) molekul zat.

Jadi persamaan Hukum gas ideal adalah

PV = nRT

Keterangan:

  • P = tekanan (atm).
  • V = volume gas (liter).
  • n = jumlah mol (mol).
  • R = Tekanan gas = 0,082 L atm/mol K.
  • T = 0 °C = 273 K.

Baca Juga : Sistem Koloid

Contoh Soal Stoikiometri

Terdapat sebuah senyawa Propana yang terbakar dengan persamaan reaksi sebagai berikut adalah:

C3H8+O2⟶H2O+CO2

Jika 200 g propana yang terbakar, maka hitunglah berapa jumlah H2O yang seharusnya dapat terbentuk?

Jawaban :

Setarakan persamaan reaksinya!

Hitung mol C3H8

Maka : mol=m/Mr -> mol= 200 g/ 44 g/mol ->mol= 4.54 mol

Hitung rasio H2O : C3H8 -> 4:1

Hitung mol H2O dengan perbandingan contohnya 1
Maka : mol H2O : 4 = mol C3H8 : 1
Jadi : Mol H2O : 4 = 4.54 mol : 1
Jadi : Mol H2O = 4.54 x 4= 18.18 mol.

Konversi dari mol ke gram.
mol = m/Mr
m = mol x Mr
m = 18.18 mol x 18
m = 327.27 gram

Demikian pembahasan mengenai Stoikiometri mulai dari Pengertian, Jenis, Rumus, Contoh Soal. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

Alfian
Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Perubahan Kimia

Alfian Alfian
1 min read

Tabel Periodik

Alfian Alfian
3 min read

Rumus Senyawa

Alfian Alfian
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *