Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Sifat Koligatif Larutan

2 min read

Sifat Koligatif Larutan

Sifat Koligatif Larutan – Apa sih yang dimaksud dengan Sifat Koligatif Larutan? Jadi pada pembahasan kali ini mengenai materi pengertian sifat koligatif larutan, rumus sifat koligatif larutan dan contoh soal sifat koligatif larutan. Maka anda simak berikut dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif larutan merupakan suatu sifat larutan yang tidak tergantung pada suatu jenis zat yang larut. Namun, hanya tergantung pada konsentrasi partikel zat larutannya. Lalu Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis sifat adalah, sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.

Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit

Meskipun sifat koligatif itu melibatkan suatu larutan, maka sifat koligatif tidak tergantung dengan interaksi pada molekul pelarut dan zat terlarut. Namun kemungkinan tergatung dengan jumlah zat terlarut yang larut pada suatu sebuah larutan. Dan sifat koligatif terdiri pada penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan juga tekanan osmotik.

1. Penurunan Tekanan Uap

Molekul molekul zat cair yang dapat menyisakan permukaan akan mengakibatkan adanya tekanan uap zat cair. Dan akan semakin cepat molekul – molekul zat cair itu berubah menjadi sebuah uap. Dan juga akan semakin tinggi tekanan pada uap zat cair.

Jika pada tekanan zat cair itu dilarutkan oleh zat pelarut yang tidak akan menguap. Sehingga partikel zat terlarut akan mengurangi proses penguapan molekul zat cair. Dan contohnya adalah Laut mati yang adalah terjadinya penurunan tekanan uap pelarut pada zat terlarut yang tidak cepar menguap.

Air yang mempunyai kadar garam sangat tinggi ini terletak pada daerah gurun yang sangat panas dan kering. Dan yang tidak berhubungan pada laut bebas, maka untuk konsentrasi yang ada pada zat terlarutnya akan semakin tinggi.

Penurunan Tekanan Uap

2. Kenaikan Titik Didih

Titik didih zat cair adalah sebuah suhu tetap disaat zat cair mendidih. Jadi pada suhu ini, untuk tekanan uap zat cair mempunyai persamaan pada tekanan udara yang berada disekitarnya. Maka hal ini disebabkan oleh terjadinya penguapan pada seluruh bagian zat cair. Dan untuk titik didih zat cair bisa diukur dengan tekanan 1 atmosfer.

Pada hasil penelitian, didalam titik didih larutan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih pelarut yang murninya. Disebabkan oleh adanya partikel zat terlarut pada suatu larutan dan yang menghalangi proses penguapan partikel pelarut. Dengan begitu, penguapan partikel pelarut yang sangat membutuhkan energi yang lebih besar.

Kenaikan Titik Didih

Tabel Tetapan Kenaikan Titik Didih dan Pelarut

Pelarut Titik Didih Tetapan (Kb)
Aseton56,21,71
Benzena80,12,53
Kamper2045,61
Karbon tetraklorida76,54,95
Sikloheksana80,72,79
Naftalena217,75,8
Fenol1823,04
Air1000,52

3. Penurunan Titik Beku

Sehingga adanya suatu zat yang terlarut pada larutan membuat sebuah titik beku larutan akan lebih kecil. Dan dibandingkan dengan titik beku pelarutnya. Berikut persamaan penurunan titik beku :

Penurunan Titik Beku

Tabel Penurunan Titik Beku dan Pelarut

Pelarut Titik Didih Tetapan (Kb)
Aseton-95,352,4
Benzena5,455,12
Kamper179,839,7
Karbon tetraklorida-2329,8
Sikloheksana6,520,1
Naftalena80,56,94
Fenol437,27
Air01,86

4. Tekanan Osmotik

Tekanan osmotik adalah sebuah gaya yang diperlukan dalam penyeimbangan pada desakan zat pelarut yang dari selaput semipermiabel melalui larutan.

Dan untuk membran semipermeabel adalah selaput yang bisa dilalui molekul – molekul pelarut dan juga tidak dapat dilalui dengan zat terlarut. Jadi menurut Van’t Hoff, pada tekanan osmotik larutan dirumuskan sebagai berikut:

Tekanan Osmotik

Baca Juga : Hidrolisis garam

Sifat Koligatif Larutan elektrolit

Maka pada konsentrasi sifat koligatif larutan elektrolit yang sama mempunyai sebuah nilai yang lebih besar. Namun dibandingkan dengan sifat koligatif larutan non elektrolit.

Jadi karena banyaknya pada partikel zat terlarut hasil reaksi ionisasi larutan elektrolit yang sudah dirumuskan pada faktor Van’t Hoff.

Maka dari perhitungan dari sifat koligatif larutan elektrolit akan selalu dikalikan pada faktor Van’t Hoff antara lain :

Sifat Koligatif Larutan elektrolit

1. Penurunan Tekanan Uap

Rumus pada penurunan tekanan uap yang menggunakan faktor Van’t Hoff sebagai berikut:

Penurunan Tekanan Uap

2. Kenaikan Titik Didih

Rumus persamaannya yaitu:

Kenaikan Titik Didih

3. Penurunan Titik Beku

Rumus persamaannya yaitu:

Penurunan Titik Beku

4. Tekanan Osmotik

Rumus persamaannya yaitu:

Tekanan Osmotik

Contoh Soal

Jadi pada suatu zat nonelektrolit (Mr = 40) mempunyai banyak 30 gram dilarutkan yang didalam 900 gram air. Dan untuk penurunan pada titik beku larutan ini yaitu 1,550°C. Jadi berapa gram pada zat yang harus dilarutkan didalam 1,2 kg air agar bisa mendapatkan larutan dari penurunan titik beku. Dan yang setengahnya pada penurunan titik beku diatasnya:

a. 24 g
b. 23 g
c. 22 g
d. 21 g
e. 20 g

Contoh Soal Dan Jawaban Koligatif Larutan

Demikian pembahasan mengenai pengertian sifat koligatif larutan dan rumus-rumusnya dan beberapa contoh soal. Semoga dapat bermanfaat untuk anda semua. Terima Kasih

Hijau
Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Manfaat Perak

Hijau Hijau
2 min read

Rumus Asam Sitrat

Hijau Hijau
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close