Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Rekonsiliasi Fiskal

3 min read

Pada pembahasan ini kita akan menjelaskan mengenai Rekonsiliasi fiskal yang adalah sebuah proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal dalam menghasilkan penghasilan laba atau juga neto yang sesuai dengan ketentuan pajak yang di atur.

Maka Laporan keuangan fiskal sendiri disusun dengan menggunakan ketentuan-ketentuan pajak dalam laporan keuangan bisnis.

Maka untuk lebih lengkapnya anda dapat membaca lebih pembahasan kami mengenai Materi Rekonsiliasi Fiskal mulai dari Pengertian Rekonsiliasi Fiskal, Jenis, Makalah, Penyebab dan Contoh di bawah ini.

Pengertian Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi fiskal adalah proses yang penyesuaiannya atas laba komersial berbeda dengan ketentuan fiskal. Dan untuk menghasilkan penghasilan neto/laba sesuai dengan ketentuan pajak. Laporan keuangan fiskal disusun dengan menggunakan ketentuan-ketentuan pajak dalam laporan keuangan bisnis.

Rekonsiliasi fiskal merupakan lampiran SPT tahunan PPh badan yang berupa kertas kerja dan berisikan penyesuaian laba & rugi komersial. Dan ini sebelum pajak dengan laba rugi yang berdasarkan atas ketentuan perpajakan. Rekonsiliasi fiskal ini sendiri dilakukan dengan cara seluruh unsur penyusunan laporan laba rugi yang meliputi pendapatan dan juga beban.

Tujuan Mempelajari Rekonsiliasi Fiskal

  • Mengetahui secara jelas dan lengkap tentang dasar hukum dari pajak dan stándar akuntansi keuangan.
  • Mampu menjelaskan mengenai konsep Rekonsiliasi Fiskal.
  • Mampu membedakan antara perbedaan waktu dan perbedaan tetap dan cara melakukan rekonsiliasi.
  • Mampu memahami kasus rekonsiliasi fiskal dan cara penyelesaian soal dalam secara mendalam.

Dalam rekonsiliasi fiskal ada beberapa koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif antara lain :

Koreksi fiskal positif merupakan sebuah koreksi fiskal yang mengakibatkan laba fiskal bertambah atau rugi fiskal berkurang maka laba fiskal lebih besar dari laba komersial dan rugi fiskal lebih kecil dari rugi komersial.

Koreksi fiskal negatif merupakan sebuah koreksi fiskal yang mengakibatkan laba fiskal berkurang atau rugi fiskal bertambah sehingga laba fiskal lebih kecil dari laba komersial atau rugi fiskal lebih besar dari rugi komersial.

Jenis-jenis Rekonsiliasi Fiskal

1. Koreksi Fiskal Positif

Koreksi Fiskal Positif adalah koreksi fiskal menyebabkan penambahan penghasilan kena pajak dan termasuk juga PPh terutang. Untuk jenis Koreksi Fiskal Positif berikut ini dibawah ini :

  • Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh suatu perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
  • Biaya yang dikeluarkan atau dibebankan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, ataupun anggota.
  • Pajak Penghasilan.
  • Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk suatu kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya.
  • Gaji yang akan dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
  • Persediaan yang jumlahnya melebihi kapasitas jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.
  • Penyusutan yang jumlahnya yang melebihi jumlah kapasitas berdasarkan metode penghitungan sudah ditetapkan pada Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.

Pembentukan atau pemupukan dana cadangan kecuali sebagai berikut ini :

  1. Cadangan hutang-piutang tidak tertagih pada usaha bank dan juga badan usaha lain yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan anjak pitang dan perusahaan pembiayaan konsumen.
  2. Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
  3. Cadangan penjaminan pada Lembaga Penjamin Simpanan.
  4. Cadangan biaya reklamasi pada usaha pertambangan.
  5. Cadangan biaya pada penanaman kembali untuk usaha kehutanan.
  6. Cadangan biaya pada penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri.

2. Koreksi Fiskal Negatif

Koreksi Fiskal Negatif yaitu koreksi yang menyebabkan pengurangan penghasilan kena pajak & PPh terutang. Dan Jenis Koreksi Fiskal Negatif antara lain sebagai berikut ini :

Penghasilan yang telah dikenakan PPh Final berikut antara lain :

  • Penghasilan bunga deposito & tabungan lainnya, bunga obligasi, surat utang negara, dan juga bunga simpanan. Hal itu sudah di bayarkan dari koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi.
  • Penghasilan yang berupa hadiah undian.
  • Penghasilan dari transaksi pengalihan harta yang bisa berupa tanah dan sebuah bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan juga persewaan tanah dan sebuah bangunan.

Penghasilan yang bukan adalah objek pajak antara lain :

  • Warisan atau lebih dikenal dengan peninggalan.
  • Harta sudah termasuk kedalam setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham ataupun sebagai pengganti penyertaan modal.
  • Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi. Dan berhubungan dengan asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi dwiguna, dan juga asuransi beasiswa.
  • Beasiswa yang wajib memenuhi persyaratan tertentu yang ketentuannya sudah diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
  • Persediaan dalam jumlah yang kurang dari jumlah yang berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.
  • Penyusutan yang jumlahnya kurang dari jumlah berdasarkan metode penghitungan yang telah ditetapkan dalam UUD pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.

Penyebab Terjadinya Rekonsiliasi Fiskal

Ada beberapa penyebab yang dapat terjadinya Rekonsiliasi Fisikal diantaranya antara lain :

  • Karena adanya perbedaan antara Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dengan peraturan perpajakan (beda konsep, beda pengukuran, serta berbeda metode pengalokasian atau saat pengakuan biaya).
  • Karena adanya penghasilan tertentu yang bukan menjadi objek pajak, atau telah dikenakan PPh bersifat final.
  • Karena adanya kompensasi kerugian fiskal.
  • Karena adanya harga yang tidak wajar karena adanya hubungan istimewa.

Baca Juga : Pelaku Ekonomi

Contoh Rekonsiliasi Fiskal

PT. ABADI JAYA SENTOSA (AJS) bergerak dalam bisnis perdagangan kain tenun. PT AJS adalah wajib pajak badan yang berdomisili di Jepara, Jawa Tengah. Informsasi dan data laporan keuangan komersial PT AJS pada 2019 yaitu sebagai berikut (dalam ribuan rupiah):

Keterangan tambahan:

  • Penyusutan fiskal memakai metode garis lurus.
  • Persediaan akhir dinilai dengan metode LIFO. Namun apabila dinilai dengan metode FIFO sebesar Rp 700.000.000.
  • Membayar PPh pasal 22 sebesar yaitu (1,5% x Rp200.000.000) sebesar Rp3.000.000.
  • Membayar PPh pasal 23 sebesar yaitu (2% x Rp10.000.000) sebesar Rp200.000.
  • Membayar PPh pasal 25 selama 12 bulan untuk setiap masa pajak Rp 5.000.000 selama tahun 2019.

Demikianlah mengenai pembahasan kami Materi Rekonsiliasi Fiskal. Semoga Dapat bermanfaat.

Alfian
Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Rumus Anuitas

Alfian Alfian
2 min read

Jenis Jenis Badan Usaha

Alfian Alfian
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *