Rizki Seorang pemuda yang tinggal bersama Kakek dan Nenek.

Reaksi Redoks

2 min read

Reaksi Redoks

Reaksi redoks (oksidasi-reduksi) adalah sebuah proses elektrokimia, yang dimana reaksinya akan melibatkan hubungan antara listrik dan juga reaksi kimia.

Mungkin anda ingin lebih mengenal reaksi redoks? Tenang saja akan kita bahas dibawah ini dengan lengkap.

Pengertian Reaksi Redoks

Reaksi redoks reaksi kimia umumnya biasanya terdiri dari setengah reaksi oksidasi dan juga setengah reaksi reduksi. Dan juga disertai dengan adanya perubahan bilangan oksidasi (biloks) baik pada reaktan ataupun pada produk.

Reaksi oksidasi biasanya ditandai dengan pengikatan oksigen, pelepasan elektron, maupun pada kenaikan biloks.

Namun sedangkan reaksi reduksi ditandai dengan adanya pelepasan oksien, penangkapan elektron, ataupun dengan penurunan biloks.

Maka untuk unsur atau senyawa yang mengalami oksidasi itu disebut reduktor. Tetapi untuk unsur atau senyawa yang mengalami reduksi yaitu disebut oksidator.

Adapun beberapa nilai biloks terdiri dari :

  • Unsur bebas (misal O2, Al, dan Fe) = 0
  • Unsur H dalam senyawa = +1; namun kecuali dalam hidrida = -1
  • Unsur O dalam senyawa = -2; namun kecuali dalam peroksida = -1, dan juga dalam oksifluorida = +2
  • Unsur logam dalam senyawa = Untuk jumlah elektron valensi (+)
  • Unsur non logam dalam senyawa biner = gol. VI A (biloks = -2); gol. VII A (biloks = -1)
  • Biloks total dalam senyawa = 0
  • Biloks dari ion tunggal ataupun ion poliatomik = jumlah muatan

Sehingga dalam reaksi redoks, ada senyawa yang mengalami reaksi oksidasi sekaligus reduksi. Maka untuk reaksi itu disebut reaksi autoredoks (disproporsionasi).

Selain itu, ada juga reaksi redoks yang dimana hasil oksidasi sama dengan hasil reduksi. Maka untuk reaksi itu dapat disebut reaksi konproporsionasi.

Contoh reaksi autoredoks (disproporsionasi)

reaksi autoredoks

Contoh reaksi konproporsionasi

reaksi konproporsionasi

Baca Juga : Massa Jenis Air

Penyetaraan Reaksi Redoks

Sehingga dalam reaksi redoks harus dilakukan penyetaraan jumlah atom dan juga jumlah muatan pada reaktan beserta juga produk.

Adapun dua cara untuk menyetarakannya, adalah dengan cara bilangan oksidasi dan juga cara setengah reaksi.

Bilangan Oksidasi

Langkah-langkah :

  1. Menandai unsur yang mengalami perubahan biloks, yang disamakan jumlah atomnya.
  2. Menentukan biloks unsur yang berubah, dapat dihitung perubahan dan juga disamakan jumlahnya.
  3. Menyetarakan kation, anion, hidrogen, dan oksigen (Apabila ada).
  4. Menyamakan muatan. Apabila reaksi asam, sehingga akan ditambah H+ dan disetarakan dengan H2O; jika reaksi basa, sehingga ditambah OH dan juga disetarakan dengan H2O.

Setengah Reaksi

Langkah-langkah :

  1. Pertama menuliskan ion-ion yang mengalami oksidasi dan juga reduksi secara terpisah.
  2. Menyamakan jumlah atom yang mengalami perubahan biloks.
  3. Selisih biloks dikali jumlah atom = jumlah elektron.
  4. Jumlah elektron ditulis di kiri apabila reaksi reduksi, namun ditulis di kanan apabila reaksi oksidasi.
  5. Jumlah elektron di kiri dan kanan disetarakan.
  6. Jumlah muatan di kiri dan kanan disetarakan dengan penambahan H+ (suasana asam) dan atau OH (suasana basa).
  7. Menyetarakan jumlah atom yaitu dengan menambahkan H2O.

Fungsi Reaksi Redoks

Adapun juga Fungsi reaksi redoks pada kehidupan sehari-hari, berikut contohnya:

  1. Penggunaan lumpur aktif kedalam pengolahan limbah.
  2. Reaksi pada fotosintetis.
  3. Oksidasi makanan pada sel.
  4. Mur dan baut diberikan lapisan zinc, pada lapisan tersebut ada proses oksidasi logam zinc dan juga reduksi di bagian kation.
  5. Alat-alat dapur yang berbeahan stainless steel, tidak akan berkarat karena pada permukaannya sudah dilapisi oksida dengan proses oksidasi yang continue.
  6. Pemahaman fenomena korosi logam dan juga cara mencegahnya.
  7. Pembuatan asam sulfat pada keperluan suatu industri.
  8. Mengolah bijih-bijih logam pada industri pertambangan.
  9. Metabolisme pada organ-organ tubuh manusia memakai reaksi redoks.

Baca Juga : Kalorimeter

Contoh Soal Reaksi Redoks

1. Tentukan biloks dari masing-masing unsur dalam senyawa berikut.

  • SO42-
  • NaNO3

Pembahasan

SO42 = ion poliatomik

Biloks dari ion poliatomik = jumlah muatan = -2

Biloks O dalam senyawa = -2

Biloks S + 4 . biloks O = -2

-6 + 4 . (-2) = -2

Maka, biloks S = -6 dan biloks O = -2.

NaNO3 = senyawa tak bermuatan

Biloks total = 0

Biloks O dalam senyawa = -2

Biloks Na (logam) = jumlah elektron valensi = +1

Biloks Na + biloks N + 3 . biloks O = 0

+1   + (+5)  + 3 . (-2)   = 0

Maka, biloks Na = +1, biloks N = +5, dan biloks O =-2

2. Tentukan unsur atau senyawa yang manakah yang adalah oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan juga hasil reduksi dari reaksi kimia dibawah ini.

Fe + HCl → FeCl3 + H2

Pembahasan

biloks

Oksidator (mengalami reduksi) = HCl

Reduktor (mengalami oksidasi) = Fe

Hasil oksidasi = FeCl3

Hasil reduksi = H2

3. Setarakan persamaan reaksi redoks berikut yaitu dengan cara bilangan oksidasi dan juga cara setengah reaksi.

Bi2O3 + ClO → 2BiO3 + Cl (suasana basa).

Cara Bilangan Oksidasi

Bilangan Oksidasi
  • Disamakan muatan kiri dan kanan : 2OH + Bi2O3 + ClO → 2BiO3 + Cl 
  • Disamakan jumlah atom-atomnya : 2OH + Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl + H2O

Reaksi Setara : 2OH + Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl + H2O

Cara Setengah Reaksi

Bilangan Oksidasi

Redoks : Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl 

  • Setarakan muatan dengan menambahkan OH (basa).

2OH + Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl

  • Setarakan jumlah atom dengan menambahkan H2O.

2OH + Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl + H2O

Reaksi Setara : 2OH + Bi2O3 + 2ClO → 2BiO3 + 2Cl + H2O

Demikian pembahasan tentang reaksi redoks (oksidasi-reduksi). Semoga dapat bermanfaat untuk anda semua.

Rizki
Rizki Seorang pemuda yang tinggal bersama Kakek dan Nenek.

Manfaat Perak

Rizki Rizki
2 min read

Rumus Asam Sitrat

Rizki Rizki
2 min read
close