Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Proyeksi Peta

4 min read

Proyeksi Peta

Proyeksi Peta – Pada pembahasan ini mengulas materi mengenai fungsi Proyeksi Peta yang akan dibahas mulai dari Pengertian, Jenis, Fungsi, Prinsip, Syarat, Gambar, dan Klasifikasi.

Maka untuk melengkapi tema pembahasan kita kali ini, maka simak ulasannya berikut dibawah ini.

Pengertian Proyeksi Peta

Proyeksi adalah sebuah cara untuk memindahkan garis paralel dan meridian atas globe atau bidang lengkung yang lalu akan dipindahkan menuju ke bidang datar.

Pada bidang lengkung (globe) yang sudah digambarkan ke bidang datar (peta). Tentunya di dalamnya ada beberapa banyak kesalahan atau penyimpangan dalam proses penggambarannya.

Sehingga dengan adanya bentuk dari kesalahan atau penyimpangan yang terjadi ketika proses penggambaran disebut dengan distorsi.

Jenis-jenis Proyeksi Peta

Pada proyeksi peta dapat digolongkan menjadi 4 jenis, adalah dengan berdasarkan bidang proyeksinya.

Kemudian proyeksi modifikasi atau perubahan, lalu proyeksi dengan berdasarkan sifat aslinya yang akan dipertahankan.

Dan terakhir yaitu proyeksi dengan berdasarkan dari kedudukan pada sumbu simetrinya.

Baca Juga : Bioma Tundra

Proyeksi Berdasarkan Bidang Proyeksinya

Pertama dengan berdasarkan bidang dari pada proyeksinya, dimana dapat digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu :

Proyeksi Azimuthal (Zenithal)

Proyeksi Azimuthal (Zenithal)

Proyeksi azimuthal adalah sebuah proyeksi peta yang menggunakan sebuah bidang datar untuk digunakan sebagai proyeksinya.

Dimana pada proyeksi ini membahas tentang bola bumi yang mana hanya berpusat pada satu titik.

Selain itu, Proyeksi azimuthal umumnya dikenal dengan sebutan proyeksi zenithal. Dimana pada proyeksi azimuthal dapat dogolongkan adalah sebagai berikut.

  • Proyeksi azimuthal normal, Dimana pada bidang proyeksinya saling bersinggungan dengan kutub. Selain itu, dari Jenis proyeksi ini dinilai sangat cocok untuk menggambarkan daerah kutub
  • Proyeksi azimuthal transversal, Dimana pada bidang proyeksinya memiliki bentuk tegak lurus yang selaras dengan ekuator.
  • Proyeksi azimuthal miring/oblique, Dimana pada bidang proyeksinya saling menyinggung terhadap sebuah tempat antara kutub dan equator

Ciri-ciri Proyeksi Zenithal/azimuthal

  • Pada setiap garis bujurnya adalah garis lurus yang berpusat pada suatu kutub.
  • Bentuk gambaran pada Garis lintang membentuk sebuah lingkaran yang konsentris yang mengitari kutub.
  • Sudut yang berada diantara garis bujur pada peta memiliki ukuran yang sama.
  • Seluruh permukaan bumi berbentuk bulat seperti sebuah lingkaran ketika digambar dengan proyeksi ini.

Proyeksi Silinder (Cylindrical)

Proyeksi Silinder (Cylindrical)

Dengan membentuk proyeksi silinder ini bisa dengan memakai bidang proyeksi yang berbentuk silinder yang membahas seluruh daerah permukaan bumi. Pengguaan proyeksi silinder dinilai sangat cocok untuk menggambarkan luas dari suatu wilayah khatulistiwa atau lintang rendah

Adapun keuntungan yang bisa diperoleh dengan penggunaan proyeksi silinder, yaitu :

  • Dapat menggambarkan daerah yang sangat luas.
  • Dapat menerangkan gambaran daerah disekitar khatulistiwa.
  • Pada daerah kutub dengan menyerupai sebuah titik bisa digambarkan seperti layaknya garis lurus.
  • Jika terus semakin mendekati kutub, maka akan semakin luas wilayahnya.

Sehingga manfaat atau keuntungan proyeksi ini yaitu sangat cocok untuk menggambarkan sebuah daerah ekuator. Karena ke arah kutub akan terjadi peluasan garis lintang.

Proyeksi Kerucut

Proyeksi Kerucut

Dengan menggambarkan proyeksi kerucut bisa dengan memakai bidang proyeksi yang memiliki bentuk kerucut dalam menggambarkan bentuk bola bumi.

Proyeksi kerucut juga dinilai sangat efisien untuk dipergunakan dalam menggambar suatu daerah lintang 45º (lintang tengah). Lalu pada proyeksi kerucut ini bisa dibedakan menjadi seperti berikut ini.

  • Proyeksi kerucut normal, adalah suatu garis singgung bidang kerucut yang ada pada bola bumi yang letaknya pada suatu paralel (yang standar).
  • Proyeksi kerucut transversal, adalah suatu sumbu kerucut yang letaknya tegak lurus tepat pada sumbu bumi.
  • Priyeksi kerucut miring, yang mana pada sumbu kerucut ini membentuk suatu garis miring tepat terletak pada sumbu bumi.

Ciri-ciri Proyeksi Kerucut

  • Dari setiap garis bujur adalah sebuah garis lurus dan saling berkonvergensi pada kutub.
  • Lalu pada garis lintang yaitu sebuah busur lingkaran yang berpusat pada titik kutub bumi.
  • Tidak mungkin untuk menggambarkan seluruh permukaan bumi karena pada salah satu kutub bumi tidak bisa digambarkan.
  • Semua proyeksi bukan lingkaran yang sempurna, jadi bagus untuk menggambarkan garis lintang rendah.

Baca Juga : Peta Persebaran Fauna di Indonesia

Proyeksi Modifikasi atau Gubahan

Proyeksi komposit muncul karena adanya proyeksi murni (azimut, kerucut dan silinder).

Maka sangat sulit untuk diterapkan dalam menggambarkan daerah sempit atau daerah provinsi lintang tertentu. Beberapa komposisi dari proyeksi adalah :

Proyeksi Mercator

Proyeksi Mercator

Pada Proyeksi mercator dimana menggambarkan bentuk bumi di bidang silinder yang sumbunya berdekatan dengan bumi. Dan juga seolah silindernya dibuka menjadi sebuah bidang datar.

Jadi pada Proyeksi mercator ini sangat cocok dalam menggambarkan suatu daerah yang berdekatan dengan ekuator. Tetapi distorsi pada peta akan mengalami peningkatan pada saat mendekati kutub.

Adapun ciri atau Karakteristik proyeksi mercator yaitu seperti berikut

  • Jarak Interval antar meridiannya tidak berbeda.
  • Jarak Interval antarparalel akan meningkat ketika akan mendekati kutub.
  • Pada semua kutub tersebut sangat sulit dipetakan karena letaknya berada dalam posisi tak bisa dijangkau.
  • Maka dengan didasarkan hasil dari proyeksi ini, maka bumi dibedakan menjadi 60 zona.

Proyeksi Sinusoidal

Lalu pada Proyeksi sinusoidal menggambarkan sebuah sudut dan juga jarak yang sangat akurat terhadap wilayah yang ada meridian tengah.

Sehingga dengan Proyeksi ini sangat cocok untuk dipergunakan dalam menggambarkan suatu daerah yang ada di wilayah Amerika Selatan, Australia, dan Afrika.

Selain iru dengan memakai proyeksi ini dapat menggambarkan daerah yang sangat kecil yang ada disetiap belahan bumi mana saja. Dan bahkan untuk daerah yang luas sekalipun yang mana letaknya jauh dari wilayah khatulistiwa.

Proyeksi Bonne

Lalu pada Proyeksi bonne yang mana proyeksi ini menggambarkan suatu sudut dengan jarak tepat dan akuran dari meridian tengah dan juga peta standar.

Lalu Distorsi peta akan mengalami peningkatan apabila menjauhi meridian tengah. Sehingga, pada proyeksi bonne ini dinilai sangat cocok untuk dipergunakan dalam menggambarkan suatu wilayah Asia yang berada di sekitar khatulistiwa.

Proyeksi Mollweide

Lalu pada Proyeksi Mollweide dimana memiliki ukuran yang sama luas sampai menuju ke wilayah pinggir proyeksi tiap bagian. Lalu jika semakin mendekati kutub, maka akan membuat ukuran dari wilayah itu akan terlihat berubah menjadi sangat kecil.

Maka pada umunya Proyeksi mollweide biasa digunakan dalam menggambarkan suatu peta statistika, kemudian peta arus laut, dan peta pertanian.

Proyeksi Homolografik (Goods)

Kemudian pada Proyeksi homolgrafik adalah sebuah hasil refisi perbaikan dari kesalahan yang sudah terjadi dalam pembuatan proyeksi mollweide.

Selain itu pada proyeksi ini memiliki sifat yang sama luas. Maka dari Jenis proyeksi ini cocok untuk menggambarkan suatu penyebaran fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi.

Proyeksi Gall

Untuk Ciri khas yang dimiliki oleh proyeksi gall yaitu dimana memiliki bentuk yang berbeda dari wilayah lintang yang mendekati kutub.

Proyeksi Berdasarkan Sifat Asli

Lalu agar distorsi yang berlangsung tidak begitu besar, maka proyeksi peta musti bisa mencukupi sejumlah persyaratan dengan didasarkan oleh sifat asli yang harus dipertahankan.

Adapun untuk jenis persyaratan yang dimaksud ialah sebagai berikut :

  • Dalam perubahan bentuk yang harus tetap sesuai (konform).
  • Pada luas dari permukaan yang diubah musti tetap (ekuivalen).
  • Antar Jarak dari satu titik ke titik yang lainnya pada suatu daerah yang akan dipetakan musti tetap (ekuidistan).
  • Dalam pembuatan peta dari hasil proyeksi tidak boleh mengalami kesalahan atau penyimpangan arah.

Baca Juga : Peta Persebaran Flora di Indonesia

Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetri

Jadi Dengan Berdasarkan dari kedudukan pada sumbu simetrinya, maka proyeksi bisa digolongkan yakni :

  • Proyeksi normal, dimana pada garis karakter proyeksi saling berdekatan dengan sumbu bumi.
  • Proyeksi miring, adalah sebuah garis karakter proyeksi yang membentuk suatu sudut dengan sumbu bumi.
  • Proyeksi melintang, adalah sebauh garis karakter dari sebuah proyeksi yang berbentuk tegak lurus dengan sumbu bumi.

Demikian pembahasan mengenai fungsi proyeksi peta. semoga dapat bermanfaat untuk anda semua.

Terima kasih

Rizki
Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Tanah Organosol

Rizki Rizki
3 min read

Tanah Litosol

Rizki Rizki
2 min read

Tanah Regosol

Rizki Rizki
2 min read
close