Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Pithecanthropus Soloensis

2 min read

Pithe

Pithecanthropus Soloensis – Halo teman teman apa kabar kalian semua? Jadi pada pembahasan kali ini Moztrip.com akan mengulas materi mengenai Pithecanthropus Robustus. Maka untuk lebih lengkapnya, mari simak ulasannya yang berada di bawah ini.

Masa pra aksara atau masa zaman purba adalah zaman yang belum mengenal tulisan. Nenek moyang kita pada zaman ini sangat bergantung tinggi pada alam, baik untuk mencari makanan, bertempat tinggal, memberikan sinyal melalui kode.

Pengertian Pithecanthropus Soloensis

Pengertian Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus soloensis adalah salah satu manusia purba yang keberadaannya diketahui dengan sejumlah fosilnya yang berhasil ditemukan di pesisir sungai Bengawan Solo.

Pertama kali yang berhasil menemukan Pithecanthropus soloensis adalah G. H. R Von Koenigswald, Oppenoorth dan juga Ter Haar di wilayah Ngandong Kabupaten Blora (Jawa Tengah) sekitar 1931 hingga 1934.

Dan telah diketahui bahwa manusia purba ini sudah hidup sejak dari zaman purba berkisar 900.000 tahun lalu.

Lalu berdasarkan istilah untuk membaca sebutannya secara etimologis mengenai pithecanthropus soloensis dimana sebutannya berasal dari bahasa Latin.

Kata phithecos yang berarti arti “kera, namun kata anthropus mempunyai arti manusia.

Lalu kata soloensis yang artinya daerah atau kawasan tempat dimana pertama kali ditemukannya fosil-fosil sisa peningggalannya pada awalnya berada kawasan Solo.

Baca Juga : Kebudayaan Ngandong

Sejarah Pithecanthropus Soloensis

Jadi sekitar tahun 1936, Weidenreich dan G.H. R von Koenigswald berhasil mendapatkan sejumlah fosil Phitecantropus Mojokertensis yang ada didaerah Perning, Mojokerto yang berada di provinsi Jawa Timur.

Tetapi disamping itu, beberapa fosil yang sejenis ini awalnya pernah berhasil dijumpai di Cina dan disana sejenis ini dikenal dengan julukan Phitecantropus Pekinensis.

Lalu sejumlah Fosil Phitecantropus Soleonsis dan Phitecantropus Mojokertensis ini secara umum dapat dengan mudah dijumpai di wilayah Jawa, terutama Jawa Tengah dan juga Jawa Timur.

Diperkirakan bahwa Fosil Phitecantropus ini sudah ada dan hidup di masa Pleistosen. Dimana kehidupan pada masa itu sudah banyak berbagai tumbuhan dan padang rumput serta sejumlah pepohonan yang mempunyai perkemabngan yang sangat lambat.

Ciri-ciri Pithecantropus Soloensis

Adapun beberapa ciri yang ada dari pithecantropus soloensis, yang diantaranya yaitu sebagai berikut.

  • Kapasitas otaknya mencapai 750 hingga 1350 cm³
  • Ukuran tubuhnya sekitar 165 hingga 180 cm
  • Makanan yang dikonsumsi hasi dari perburuan dan tumbuhan.
  • Mempunyai struktur gigi geraham lebar dengan rahang kokoh
  • Bentuk Hidungnya lebar
  • Tidak memiliki tulang dagu
  • Tulang keningnya menonjong, tebal dan melintang
  • Pada tengkuknya mempunyai otot yang sangat lebar
  • Pada bagian tulang nampak menonjol.
  • Pada bagian tengkoran nampak lonjong
  • Lalu apabila dibandingkan dengan jenis, pithecanthropus mojokertensis dan erectus dimana manusia purba soloesis mempunyai bentuk dahi lebih tinggi dan terisi.

Cara Hidup Pithecantropus Soloensis

Ketika itu, Pithecantropus Soloensis masih bertempat tinggal yang bersifat nomaden atau bisa disebut hidup berpindah-pindah apabila pada tempat yang sedang di tinggali tidak mempunyai stok makanan lagi.

Biasanya, Pithecantropus hidup di dalam goa-goa di pinggir pantai dan meninggalkan bekas makanan berupa tulang-tulangan hewan yang masih bisa ditemukan fosilnya saat ini seperti gua-gua di pinggiran pantai di Solo yang di musiumkan.

Namun makhluk purba ini hidup tidak lama daripada manusia purba lainnya karena populasi yang tidak berkembang biak secara teraktur. Adat istiadat yang sekarang dijunjung tinggi adalah kebiasaan dan cara berpikir nenek moyang kita adalah manusia masa pra aksara.

Namun seiring waktu berjalan, kebiasaan dan cara berpikir mereka berubah, dari yang tidak teratur menjadi teraktur. Fosil manusia purba dalam jenis lainnya yang ditemukan berengkarnasi dari pithecanthropus namun wajah manusia sudah terbentuk sempurna.

Baca Juga : Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pithecanthropus Soloensis

Pada masa yang sama, mereka hidup dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa saat ini. Dapat dikatakan bahwa mereka berbicara memakai bahasa isyarat.

Selain itu, menurut Von Koenigswald dan R. Weidenreich, Pithecanthropus Soloensis bisa dikategorikan sebagai homo (manusia) karena dari hasil fosil yang diteliti sudah sedikit menunjukan ciri-ciri manusia modern.

Demikian pembahasa mengenai Pithecanthropus Soloensis semoga dapat bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih

Hijau
Hijau Alam Hijau memberikan pelajaran yang berharga maka kita dapat menciptakan Teknologi.

Masa Perundagian

Hijau Hijau
3 min read

Masa Bercocok Tanam

Hijau Hijau
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close