Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Peta Persebaran Fauna di Indonesia

3 min read

Peta Persebaran fauna di Indonesia

Pada pembahasan kali ini kita akan mengulas materi mengenai peta persebaran fauna di inidonesia.

Dan dibahas secara lengkap berdasarkan garis wallace dan weber beserta zona, karakteristik, sejarah, legenda, dan pembahasannya.

Sebelumnya kita juga telah membahas materi secara detai mengenai Peta Persebaran Flora di Indonesia.

Maka untuk melengkapi tema pembahasan kita kali ini, maka mari simak ulasan pembahasan berikut ini.

Pengertian Fauna

Peta Persebaran Fauna di Indonesia

Fauna adalah semua jenis hewan yang hidup dan dan mengalami perkembang biakan pada suatu daerah dengan kurun waktu tertentu.

Tetapi hal ini penjelasan mengenai fauna sendiri lebih ditekankan terhadap jenis hewan yang hidup di alam liar. Namun untuk jenis hewan yang dibudidayakan bisa diuraiakan suatu hewan yang ada di peternakan.

Persebaran Fauna di Indonesia

Jadi jenis dan persebaran fauna di Indonesia masih mempunyai hubungan dengan suatu sejarah awal terbentuknya kepulauan di Indonesia.

Contohnya pada Indonesia barat, yang mencakup Sumatera, Kalimantan, Jawa serta pulau-pulau kecil di sekitarnya yang awalnya pernah menjadi satu kesatuan dengan Benua Asia.

Namun pada Indonesia di bagian timur mencakup Papua dan berbagai pulau yang ada disekitarnya yang dulu pernah menjadi satu bagian dari Benua Australia. Selanjutnya pada Indonesia dibagian tengah, mencakup pulau Sulawesi dan semua pulau yang ada di sekitarnya.

Contohnya pada Kepulauan Nusa Tenggara, kemudian Kepulauan Maluku yang mana masih dikategorikan sebagai area yang tidak termasuk ke dalam Benua Asia atau Australia. Berikut ini penjelasan yang dengan didasarkan menurut sejumlah para ahli.

Baca Juga : Metagenesis Tumbuhan Lumut

Peta Berdasarkan Garis wallace dan weber

Peta Berdasarkan Garis wallace dan weber

Adapun penjelasan tentang persebaran fauna di indonesia dengan berdasarkan garis weber dan wallace, adalah :

Peta Berdasarkan Garis Wallace

Jadi pada sekitar tahun 1910, dimana Wallace berpendapat bahwa fauna yang ada di Sulawesi bisa digolongkan sebagai fauna yang memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu dengan segala pertimbangan atas keunggulan dari pada bentuk dari berbagai fauna tersebut.

Lalu ia juga berasumsi bahwa pada mulanya pulau Sulawesi pernah saling menyatu dengan Benua Asia dan Australia. Selanjutnya Wallace pernah membuat sebuah garis khayal yang dibentangkan dari sebelah timur Filipina, sampai melalui Selat Makassar, kemudian antara Bali dan Lombok yang hingga sampai ini masih dikenal dengan sebutan Garis Wallace.

Selanjutnya Ia menggeser dari pada kedudukan garis tersebut ke sebelah timur Sulawesi. Menurutnya, Sulawesi adalah suatu daerah peralihan antara fauna Australian dan fauna Asia. Sehingga , Wallace telah mengelompokkan persebaran fauna di Indonesia kedalam tiga kelompok, berikut ini penjelasannya :

Fauna Asiatis

Tipe dari pada fauna asiatis berada menduduki bagian Indonesia disebelah barat sampai Selat Makassar dan Selat Lombok.

Selain itu, di daerah inilah ada bermacam jenis hewan yang menyusui dan berukuran sangat besar seperti dibawah ini :

Hewan Wilayah dan Daerah
Bantenag Jawa dan Kalimantan
Orangutan Sumatera Utara dan Kalimantan,
Tapir di Sumatra dan Kalimantan
Kera gibon Sumatera dan Kalimantan
Badak Sumatera dan Jawa
Gajah Sumatera (berpindah-pindah)
siamang Sumatera
Beruang Sumetera dan Kalimantan,
Kijang Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok,
Harimau loreng Sumatera dan Jawa
Harimau kumbang dan tutul Jawa, Bali, dan Madura
Burung jalak Bali
Burung merah Jawa
Trenggiling Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali,
Kancil/pelanduk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Singa dan mukang Sumatera dan Kalimantan
Ikan lumba-lumba Kalimantan

Fauna Australia

Pada Fauna australis bertempat di daerah Indoenesia pada bagian timur yang mencakup Papua dan pulau yang terletak di sekitarnya.

Tetapi didaerah ini tidak didapati ada hewan sejenis kera. Selain itu pada jenis hewan yang menyusui sebagian diantaranya memiliki bentuk yang kecil-kecil dan jumlah dari populasinya tidak terlalu banyak.

Maka, dimana pada setiap hewan yang ada di bagian timur Indonesia ini memiliki bentuk dan jenis yang sama dengan hewan yang ada di Australia. Adapun tipe hewan ini antara lain :

  • Dari jenis Amfibi, Contohnya katak terbang, lalu katak pohon, dan katak air.
  • Dari jenis Burungnya : Contohnya kasuari, kemudian nuri, raja udang, dan cenderawasih.
  • Dari jenis Mamalinya Contohnya : kangguru, berung, lalu walabi, nokdiak, lalu opossum laying, kuskus, dan kangguru pohon.
  • Pada jenis Reptilia : Contohnya Buaya, biawak, kadal, dan kura-kura.
  • Dan masih banyak lagi berbagai jenis ikan dan serangga lainnya.

Fauna Peralihan

Lalu dari jenis fauna ini bertempat di bagian timur dan barat Indonesia. Misalnya di daerah Sulawesi yang mana ada kera (fauna Asiatis) dan ada sejenis kuskus (fauna Australia).

Lalu banyak juga dijumpai, baik dari tipe Asiatia ataupun Australia. Adapun Fauna yang masih bisa digolongkan dalam jenis ini adalah :

  • Untuk jenis Amfibi : Contohnya katak pohon, lalu katak air, dan katak terbang.
  • Untuk jenis Mamalia : Contohnya babi rusa, anoa, banteng, monyet hitam, sapi, kuda, dan kuskus.
  • Untuk sejenis Reptilia : Contohnya komodo, kura-kura, buaya, dan biawak.
  • Lalu banyak berbagai jenis burung Contohnya burung kakaktua, maleo, merpati, nuri, burung dewata, dan angsa.

Peta Berdasarkan Garis Weber

Weber adalah salah seorang ahli yang ikut terlibat dalam menganalisa mengenai proses persebaran fauna di Indonesia dengan cara ia membentangkan garis batas yang saling berbeda.

Lalu Ia berhasil menentukan pada batas yaitu dengan cara membandingkan antara hewan yang ada di Asia atau di Australia diperkirakan 50:50.

Lalu Weber memanfaatkan hewan menyusui beserta burung untuk dijadikan sebagai sebuah patokan dalam menganalisis. Namun, tidak semua hewan yang ia jadikan sebagai sebuah dasar atau pijakan untuk menentukan batas garis yang sama.

Contohnya pada jenis hewan kupu-kupu dari Asia dan dengan hewan melata yang menembus sampai melampaui perkiraan ke bagian timur. Apabila dibandingkan siput dan burung sangat terbatas pergerakannya.

Lalu antara Garis yang membatasi antara Indonesia bagian barat dengan indonesia bagian tengah disebut garis Wallace. Kemudian garis batas Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah disebut dengan garis Weber.

Baca Juga : Perbedaan Cuaca Dan Iklim

Berdasarkan Garis Lydekker

Jadi, pada Fauna yang terletak di Australia bisa ditentukan oleh batas barat dengan memakai garis kontur dan mengikuti tingkat kedalaman laut hingga kedalaman antara 180-200 meter.

Yakni berkisar sampai Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Teknik Lydekker ini sama dengan yang dilakukan oleh Wallace dalam menentukan batas timur fauna Asia.

Sehingga dengan adanya berbagai perbedaan jenis dari fauna antara wilayah Indonesia timur dengan barat hal tersebut disebabkan oleh karena wilayah keduanya yang saling dipisahkan oleh perairan luas yang diperkirakan mempunyai kedalaman sekitar > 1000 meter.

Lalu dengan adanya Laut yang yang dalam itulah yang kini menjadi sebuah dinding pemisah antara kedua wilayah. Maka dari jenis fauna yang ada pada masing wilayah saling mengalami berkembang biak dengan seiring waktu berjalan dan populasinya akan semakin meningkat.

Demikian pembahasan mengenai peta persebaran fauna di indonesia, semoga ulasan dapat bermanfaat untuk anda semua.

Terima Kasih

Rizki
Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Tanah Organosol

Rizki Rizki
3 min read

Tanah Litosol

Rizki Rizki
2 min read

Tanah Regosol

Rizki Rizki
2 min read
close