Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Lompat Tinggi

6 min read

Lompat Tinggi

Lompat tinggi adalah salah satu dari jenis olahraga cabang atletik. Dimana atlet lompat tinggi itu harus melompat dengan sangat tinggi. Jadi, guna untuk melewati mistar tanpa dengan bantuan adanya alat.

Jadi hanya bisa memakai beragam gaya seperti gaya gunting, guling sisi, guling straddle, dan flop. Atau gaya baru yang tidak berlawanan dengan aturan internasional.

Jadi, semuanya adalah gaya yang cenderung membuat para atlet melompat dari sisi kanan atau kiri untuk melewati mistar agar tidak tersentuh.

Apabila anda mengetahui lompat batu yang ada di Nias, maka tentu saja lompat tinggi ini berbeda dengan lompat tinggi yang dilakukan oleh para atlet.

Sejarah

Sejarah lompat tinggi

Lompat tinggi pertama kali di olimpiadekan di Skotlandia yaitu sekitar di abad ke-19.

Ketika itu, olimpiade dimenangkan oleh seorang atlet yang berhasil melakukan lompatan setinggi 1,68 meter. Dengan memakai gaya gunting.

Kemudian di abad ke-20, gaya lompat tinggi telah mengalami modernisai oleh seseorang warga Irlandia-Amerika yang bernama Michael Sweeney.

Dan pada tahun 1895, ia berhasil melakukan lompatan setinggi 1,97 meter dengan memakai gaya eastern cut-of.

Dimana mengambil posisi off menyerupai gaya gunting, tetapi memperpanjang punggungnya dan mendatar di atas bar.

Lalu, warga Amerika lainnya yang bernama George Horine mengembangkan teknik lagi yang lebih efisien. Dan dinamakan Western Roll.

Dengan memakai teknik tersebut, George Horine berhasil melompat setinggi 2,01 meter ditahun 1912.

Kemudian pada kejuaraan olimpiade Berlin yang dilakukan pada tahun 1936, teknik Western Roll menjadi teknik yang paling banyak digunakan pada cabang lompat tinggi.

Dan telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson dengan lompatan setinggi 2.03 m.

Kemudian, dalam empat dekade lalu, pelompat asal Amerika dan Soviet telah membuat teknik baru yang bernama teknik straddle.

Teknik ini pertama kali digunakan oleh Charles Dumas dan mampu melompat setinggi 2,13 m pada tahun 1956.

Kemudian, warga Amerika yang bernama John Thomas meraih rekor dunia dengan lompatan setinggi 2.23 m (7 ft 3 3/4 in) di tahun 1960.

Tetapi, rekor dunia tersebut lalu diambil alih oleh Valeriy Brumel dalam empat tahun ke depan.

Pelompat asal Rusia ini mencatat rekor dengan tinggi lompatan mencapai 2,28 m (7 ft 5 3/4 in).

Dan meraih mendali emas di olimpiade pada tahun 1964 sebelum ia mengalami kecelakaan motor yang mengakhiri karirnya.

Dari Brumel tersebut, teknik lompat tinggi dikembangkan lagi oleh para atlet maka ketika ini tercatat ada banyak gaya untuk lompat tinggi.

Diantaranya yaitu gaya gunting (Scissors), gaya guling sisi (Western Roll), gaya guling Straddle dan gaya Fosbury Flop.

Awal kemunculan lompat tinggi ini, banyak atlet yang memakai teknik pendekatan atau teknik gunting. Karena untuk melompat tidak dilakukan secara semabarangan.

Ada gaya tertentu yang harus peserta kuasai agar terhindar dari kecelakaan.

Di abad ke -19 para atlet lompat tinggi mendarat serta jatuh di atas tanah berumput dengan memakai gaya gunting. Gaya dengan cara membelakangi mistar.

Tetapi, ternyata gaya juga banyak yang mengakibatkan cedera bagi para atlet.

Sementara kini, lompat tinggi dilaksanakan dengan mendarat di atas matras maka kecelakaan bisa di minimalisir.

Pada masa kini, atlet lompat tinggi banyak yang memakai teknik fosbury flop.

Baca Juga : Tes Kebugaran Jasmani

Peraturan Lompat Tinggi

Peraturan Lompat Tinggi

Adapun beberapa peraturan yang berlaku pada saat pelaksanaan pertandingan atau kejuaraan lompat tinggi, diantaranya yaitu :

1. Para atlet nantinya akan bertanding untuk sebisa mungkin dapat melewati mistar tanpa menjatuhkannya hingga mencapai batas tertinggi.

Peserta yang tidak dapat melanjutkan lompatan lagi dinyatakan gugur.

2. Setiap atlet memiliki 3 kesempatan untuk melewati mistar dengan ketinggian yang sama.

Dan apabila dalam ketiga kesempatan tersebut gagal dalam melewati mistar maka dinyatakan gugur.

3. Tolakan hanya diperbolehkan dengan memakai satu kaki.

4. Apabila peserta menjatuhkan mistar dalam percobaan ketiga maka dinyatakan gugur.

5. Peserta memakai seragam serta segala atribut lain yang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan panitia.

Contohnya mengenai jenis sol sepatu yang dapat diperbolehkan.

Lapangan Lompat Tinggi

Lapangan Lompat Tinggi

Lapangan lompat tinggi telah dibagi menjadi 4 macam.

  • Jalur awalan.
  • daerah tolakan.
  • mistar serta penyangganya.
  • matras untuk mendarat.

Perhatikan penjalasan di bawah:

1. Area atau jalur awalan memiliki bentuk menyerupai bujur sangkar atau setengah lingkaran yang mempunyai jarak dari tepi ke titik pusat sejauh 15 meter.

Jarak itu adalah jarak awalan yang digunakan peserta sebelum melakukan tolakan.

Maka bisa disimpulkan bahwa peserta bisa melakukan awalan dari jalur yang lebih jauh lagi selama hal itu tidak melebihi batas.

2. Daerah tolakan berada disekitar depan dan bawah mistar. Area tolakan harus dibuat sedatar mungkin, bersih, dan tidak licin.

Hal itu agar tidak menggelincirkan atlet pada waktu melakukan tolakan.

3. Mistar dibuat dengan panjang sekitar 3,98-4,02 meter dan berat maksimal 2 kilo gram, disangga dengan memakai penyangga mistar yang diletakan secara bersejajar dengan jarak yang sama dengan panjang mistar.

Tiang penyangga wajib mempunyai ukuran disalah satunya sebagai penentu tinggi mistar atau tinggi lompatan.

4. Mistar ditopang dengan memakai penopang mistar yang ada pada masing-masing tiang penyangga, ukuran dari penopang mistar adalah 4x6cm.

5. Tempat pendaratan atau matras berukuran 3×5 meter yang terbuat dari bahan busa dengan ketebalan 60 cm.

Dan pada bagian atasnya ditutup kembali dengan memakai matras dengan ketebalan 10-20 cm.

Tahapan Posisi Lompat Tinggi

Tahapan Posisi Lompat Tinggi

Ketika hendak melakukan lompat tinggi ada beberapa teknik yang harus diperhatikan.

Ada 4 tahapan posisi yang harus diketahui sebelum melakukan kegiatan teknik lompat tinggi.

Diantaranya adalah yaitu:

  • Posisi awalan adalah gerakan berlari menuju mistar sebelum melakukan tolakan.
  • Posisi tolakan adalah gerakan pada tumpuan kaki dilantai dasar guna  menaikan badan menuju ke atas mistar atau melayang.
  • Posisi melayang adalah gaya pada waktu posisi badan berada di atas mistar atau di udara.
  • Posisi mendarat adalah posisi jatuhnya badan pada waktu di atas matras.

Teknik Dasar Lompat Tinggi

Teknik Dasar Lompat Tinggi

Teknik dasar lompat tinggi sama halnya dengan teknik dasar yang digunakan saat melakukan lompat jauh.

Keduanya terbagi menjadi 4 teknik dasar.

  • Teknik awalan,
  • teknik tolakan,
  • teknik saat melayang diudara,
  • teknik mendarat.

Berikut yaitu penjelasan mengenai teknik dasar lompat tinggi.

1. Teknik Awalan Lompat Tinggi

Teknik awalan adalah salah satu kunci keberhasilan jumper untuk melewati mistar.

Teknik ini yaitu gerakan berlari menuju mistar sebelum melakukan tolakan.

Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk diperhatikan ketika sedang melakukan teknil awalan pada lompat tinggi.

  • Sudut dilakukan pada teknik awalan haruslah tepat karena hal itu akan memaksimalkan hasil dari tinggi lompatan.
    Berikut adalah sudut yang bisa digunakan dengan berbagai gaya di dalam lompat tinggi:
    • Gaya Straddle, sudut awalan berada diantara 30 sampai 35 derajat
    • Gaya gunting, sudut awalan berada diantara 40 sampai 50 derajat
    • Gaya Guling sisi, sudut awalan kurang lebih berada diantara 40 derajat
    • Gaya Flop, sudut awalan terletak diantara 70 hingga 85 derajat, meski ada tiga langkah sebelum melaksanakan tumpuan, sudut lari mengecil sampai menjadi kisaran 30 sampai 40 derajat. Pastikan agar memperoleh sudut terbaik sesuai dengan gaya yang dilakukan.
  • Tentukan mana kaki yang terkuat untuk melakukan tumpuan. Karena setiap sudut yang dipakai pada setiap gaya berbeda dan harus disesuikan dengan teknik lompaatanya.
  • Kecepatan berlari bukanlah kunci untuk memperoleh lompatan yang tinggi.
    Karena ketika berlari kencang, tubuh cenderung akan terdorong ke depan dan susah untuk mengendalikannya.
    Maka ketika melakukan teknik awalan diawali dengan berlari pelan dan lalu dipercepat dengan lari yang wajar.
  • Pada biasanya langkah yang digunakan dalam teknik awalan lompat tinggi antara 9 sampai 15 langkah.

2. Teknik Tolakan Lompat Tinggi

Jadi dalam melakukan tolakan disarankan untuk memakai kaki yang paling kuat sebagai tumpuan.

Hal ini agar jumper bisa memperoleh lompatan yang maksimal.

Titik awalan yang baik yaitu saat melakukan lompatan, dan titik tertinggi tepat ketika melayang di atas mistar.

Apabila titik tumpuan terlalu jauh, sehingga tinggi maksimal dari lompatan maksimal, dan ketika turun dari lompatan bisa menyenruh mistar.

Dan apabila titik tumpuan terlalu dekat, mistar bisa tersentuh waktu akan melayang diudara.

Berikut ini yaitu beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan teknik tolakan lompat tinggi.

  • Badan ditumpukan kepada kaki pada bagian bawah dengan cara menekukan kaki dengan sudut sekitar 130 sampai 160 derajat, maka tolakan yang diperoleh besar.
  • Saat akan melakukan sesi tumpuan, badan dicondongkan agak kebelakang.
    Tetapi apabila memakai gaya flop badan jangan dicondongkan ke belakang.
  • Melakukan tumpuan dengan kuat dan juga cepat, maka bisa memperoleh tenaga tolakan (daya ledak) yang besar.
  • Saat melakukan tumpuan, lakukanlah dengan diawali bagian tumit terlebih dahulu.
    Kemudian diikuti dengan seluruh telapak kaki serta ujung kaki. Tumpuan kaki diusahakan lurus dari lutut sampai ujung kaki.
  • Ketika melakukan tumpuan, ayunkan lengan dengan serentak untuk menambah daya dorong.

3. Sikap Badan Saat Melayang Diatas Mistar (Melayang)

Sikap melayang pada di atas mistar berbeda pada setiap gaya yang dilakukan.

Maka sikap dari melayang ini sangat ditentukan oleh gaya yang dilakukan dalam lompat tinggi.

Berikut adalah pembahasan teknik dasar melayang di atas mistar pada masing-masing gaya.

  • Lompat tinggi Gaya Straddle, Gaya Stradle pertama kali digunakan oleh Charlers Dumas.
    Dalam melakukan gaya straddle posisi badan jumper waktu di atas mistar adalah dengan gaya tengkurap.
    Ketika turun menyegerakan kaki untuk diposisikan lurus ke bawah.
    Untuk memperoleh lompatan yang tinggi, otot perut juga diperlukan guna mengangkat tubuh pada waktu melayang diudara.
  • Lompat tinggi Gaya Gunting, ada dua gaya gunting dalam olahraga lompat tinggi.
    Adalah gaya gunting klasik yang kemudian disempurnakan oleh Micahel Sweeney.
    Pada gaya gunting klasik lompatan dilakukan dengan cara memakai gaya jongkok, dimana tubuh diposisikan menghadap mistar. Sementara Sweeney meralat sedikit dari gaya yang sudah ada yaitu awalan dilakukan dengan tubuh memposisikan badan di samping mistar. Maka posisi tubuh miring atau sejajar dengan mistar.
  • Lompat tinggi gaya guling sisi, gaya guling sisi dikenal dengan sebutan gaya western roll, dan untuk melakukannya diawali dari sisi samping mistar.
    Kemudian setelah tubuh terangkat ke atas dengan posisi telentang dan telah mencapai mistar, tubuh lalu dimiringkan ke sisi lain tolakan guna untuk melakukan pendaratan.
    Namun, ketika melakukan gaya guling sisi, kepala terletak lebih rendah daripada pinggul dan gaya ini juga sempat dilarang dalam perlombaan lompat tinggi.
  • Lompat tinggi gaya flop, gaya Flop dikenal sebagai gaya Fosbury Flop, gaya ini diciptakan oleh warga Amerika yang bernama Dick Ricarod Fsobury .
    Gaya flop adalah gaya yang cukup sulit untuk dilakukan oleh seorang pemula.
    Karena untuk melakukan lompatan, tubuh harus membelakangi mistar, dan diikuti dengan melewati mistar memakai punggung. Maka, gaya ini menyerupai gaya salto tetapi dengan berbalik serta memakai punggung sebagai tumpuan pada saat melewati mistar.

4. Teknik mendarat lompat tinggi

Teknik mendarat adalah gerakan akhir dari rangkaian gerak dengan cara menjatuhkan badan ke atas matras ketika tubuh berhasil melewati mistar.

Tetapi, teknik mendarat dalam lompat tinggi bukanlah hal yang menentukan menang tidaknya dalam perlombaan.

Karena, dalam pertandingan lompat tinggi intinya yaitu peserta mampu melompat setinggi-tingginya tanpa menyentuh atau menjatuhkan mistar.

Dalam melakukan teknik pendaratan, sikap disesuaikan dengan gaya yang digunakan.

Upayakan agar memakai tumpuan kaki serta melakukan gerakan anti klimaks yang menyerupai gaya pegas pada kaki.

Lakukanlah dengan sadar, maka tidak akan terjadi cidera atau kecelakaan saat melakukan lompat tinggi.

Baca Juga : Lempar Lembing

Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana

Untuk Awalan:

  • Daerah awalan panjangnya tak terbatas minimum panjangnya 15 m.
  • Daerah tumpuan harus datar, dan tidak licin, dan tingkat kemiringanya 1 : 100.
  • Tiang Lompat Tiang lompat harus kuat dan juga kokoh, dapat terbuat dari bahan apa saja dengan arak kedua tiang adalah antara 3,98 hingga 4,02 m.

Bilah lompat dapat terbuat dari kayu,metal atau bahan lainnya, asalkan sesuai dengan :

  • Panjang mistar lompat yakni 3,98 hingga 4,02 m dan berat maksimal mistar ialah 2,00 kg.
  • Garis tengah mistar antara 2,50 hingga 3,00 m, dengan penampang mistar yang berbentuk bulat serta permukaannya harus datar dengan ukurannya yakni 3cm x 15 cm x 20 cm.
  • Lebar penopang bilah yaitu 4 cm dan panjangnya 6 cm.
  • Tempat Pendaratan ukurannya tidak boleh kurang dari 3 x 5 m.
    Dan terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cm serta di atasnya ditutupi dengan matras setebal 10 hingga 20 cm.

Demikian pembahasan mengenai lompat tinggi, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Terima Kasih

Rizki
Rizki Seorang remaja yang suka menulis tentang hal apapun. Suka olahraga berenang sejak SD dan suka dengan anime "Naruto Shippuden" karena penuh motivasi hidup dan kata kata keren.

Lari Estafet

Rizki Rizki
3 min read

Cara Memegang Raket

Rizki Rizki
2 min read

Kebugaran Jasmani

Rizki Rizki
3 min read
close