Rizki Seorang pemuda yang tinggal bersama Kakek dan Nenek.

Larutan Penyangga

3 min read

Larutan Peyangga

Larutan Penyangga – Larutan penyangga atau larutan Buffer merupakan suatu larutan yang bisa mempertahankan harga pH tertentu dengan terhadap usaha mengubah pH contohnya seperti penambahan asam, basa atau pengenceran. Maka simaklah pembahasan dibawah ini.

Pengertian Larutan Penyangga

Adapun pH dalam suatu larutan akan menjadi turun jika ditambah Asam, sehingga juga disebabkan dengan meningkatnya konsentrasi H+. Sebaliknya, jika pH dalam suatu larutan ditambah Basa akan berubah menaikkan pH karena penambahan basa meningkatkan konsentrasi OH–.

Dan juga Penambahan air pada larutan asam & basa akan merubah pH larutan. Karena konsentrasi asam & basanya akan mengecil. Namun, ada suatu larutan yang jika ditambah sedikit asam, basa, ataupun air tidak akan mengubah pH secara berarti. Larutan itulah yang disebut dengan Larutan Penyangga

Larutan Buffer adalah sebuah larutan yang terdiri dari asam lemah atau basa lemah dan sedikit garamnya. Karena kedua komponen itu harus ada. Larutan Peyangga mampu menahan pH pada saat terjadinya penambahan sedikit asam ataupun sedikit basa.

Komponen Larutan Peyangga

Larutan Penyangga

Adapun 2 komponen yang diperlukan oleh Larutan Buffer adalah:

  • Suatu komponen yang mampu menetralkan Asam
  • Suatu komponen yang mampu menetralkan Basa

Namun, kedua komponen itu tidak boleh saling menetralkan. Karena Persyaratan ini mentiadakan Campuran Asam Kuat dan Basa Kuat.

Maka, larutan buffer biasa di deskripsikan sebagai gabungan dari asam lemah dan basa konjugasinya, atau basa lemah dan asam konjugasinya.

Baca Juga : Titrasi Asam Basa

1. Larutan Penyangga yang Bersifat Asam

Larutan Peyangga Bersifat Asam ini bisa mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).

Jadi untuk memperoleh suatu larutan ini juga bisa dibuat dari asam lemah & garam, garamnya yang adalah basa sebagai konjugasi dari asamnya.

Selain itu, adapun cara lainnya adalah menggabungkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat yang dimana asam lemahnya digabungkan dalam jumlah yang lebih.

Sehingga dalam campuran ini akan memperoleh garam yang mengandung basa sebagai konjugasi dari asam lemah yang terkait. Biasanya basa kuat yang digunakan adalah seperti Natrium (Na), Kalium, Barium, Kalsium, dan juga lain-lainnya.

Misalnya campuran Asam Etanoat dan Natrium Etanoat dalam suatu larutan. Apabila suatu larutan mengandung Konsentrasi Molar yang setara antara asam dan garam, maka campuran itu akan mempunyai pH 4.76.

Tetapi Ini bukan suatu masalah dalam hal konsentrasinya, karena sepanjang keduanya mempunyai konsentrasi yang sama.

2. Larutan penyangga yang bersifat basa

Larutan Penyangga Bersifat Basa ini bisa mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7).

Untuk memperoleh larutan ini bisa dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat.

Adapun cara lainnya adalah dengan menggabungkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat. Dimana basa lemahnya dicampurkan dalam jumlah yang lebih.

Contoh yang digunakan yaitu Campuran Larutan Amonia dan Larutan Amonium Klorida. Apabila keduanya dalam keadaan perbandingan molar yang setara, larutan ini akan mempunyai pH 9.25. Namun, hal itu bukanlah suatu masalah selama konsentrasi yang dipilih keduanya setara.

Pembuatan & Cara Kerja Larutan Peyangga

Larutan Penyangga mengandung komponen Asam dan juga Basa, dengan asam & basa konjugasinya. Maka bisa mengikat baik ion H+ maupun ion OH-. Maka penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak dapat mengubah pH-nya secara signifikan.

Campuran Asam Lemah dengan Garamnya (yang berasal dari asam lemah tersebut & basa kuat). Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami keseimbangan. Dengan proses antara lain:

  • Pada Penambahan Asam

Penambahan Asam (H+) akan juga menggeser keseimbangan ke kiri. Adalah dimana Ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan Ion CH3COO- maka membentuk molekul CH3COOH.

CH3COO-(aq) + H+(aq)  CH3COOH(aq)

  • Pada Penambahan Basa

Apabila yang ditambahkan adalah suatu Basa, sehingga dari itu Ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan Ion H+ dan membentuk Air.

Karena itu bisa menimbulkan keseimbangan akan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi Ion H+ tetap dipertahankan.

Maka, pada penambahan basa akan menimbulkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan Ion H+.

Basa yang akan ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH dan juga membentuk Ion CH3COO- & air.

CH3COOH(aq) + OH-(aq)  CH3COO-(aq) + H2O(l)

Campuran suatu basa lemah dengan garamnya (yang berasal dari asam kuat & basa lemah tersebut), adapun cara kerjanya tersebut dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 & NH4+ yang mengalami keseimbangan. Dengan proses sebagai berikut:

  • Pada penambahan asam

Bila yang ditambahkan suatu asam, maka Ion H+ dari asam akan mengikat Ion OH-.

Hal itu akan dapat menyebabkan keseimbangan dan akan bergeser ke kanan, akan sehingga konsentrasi Ion OH- dapat dipertahankan.

Suatu sisi penambahan ini dapat menyebabkan sehingga berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya Ion OH-.

Asam yang ditambahkan akan bereaksi dengan basa NH3 akan membentuk Ion NH4+.

NH3 (aq) + H+(aq)  NH4+ (aq)

  • Pada penambahan basa

Bila yang ditambahkan adalah suatu basa, maka keseimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.

Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) & air.

NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

Rumus Larutan Peyangga

Larutan Penyangga Asam

Bisa digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

Larutan Penyangga

Larutan Penyangga Basa

Bisa digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

Larutan Penyangga

Baca Juga : Koloid

Fungsi Larutan Penyangga

Sehingga dengan adanya larutan penyangga ini bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, ada fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh.

Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel atau cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa.

Adapun sistem penyangga tersebut, bisa menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata.

Demikian pembahasan mengenai Pengertian, Komponen, Rumus, Fungsi, Larutan Peyangga. Semoga dapat bermanfaat untuk anda semua. Terima Kasih

Rizki
Rizki Seorang pemuda yang tinggal bersama Kakek dan Nenek.

Manfaat Perak

Rizki Rizki
2 min read

Rumus Asam Sitrat

Rizki Rizki
2 min read
close