Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Sistem Koloid

2 min read

koloid

Pada pembahasan ini kita akan mengulas materi mengenai sistem koloid mulai dari pengertian, jenis, sifat, fungsi dan contoh umumnya. Maka simak berikut dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Koloid

Koloid

Koloid merupakan campuran dua atau lebih zat yang dimana partikel-partikel zat memiliki ukuran keloid tersebar yang merata berada di dalam zat lain. Untuk ukuran keloid ini memang sangat kecil yaitu sekitar 1-100 nm.

Koloid adalah sistem disperse ukuran partikel itu lebih besar dari larutan, maka akan tetapi lebih kecil suspense adalah campuran kasar. Jadi dalam kehidupan sehati-hari keloid memang sangat banyak di jumpai. Misal keloid larutan garam, larutan gula, selai, mentega, susu, dan sabun. Contoh suspense yaitu air sungai, campuran air dangan pasir.

Koloid atau juga dengan campuran fase peralihan ini adalah keadaan antara larutan dan suspensi. Apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop koloid memang tampak homogen, namun akan tetapi sebenarnya koloid tergolong campuran heterogen.

Maka hal ini dikarenakan perbedaan partikel kedua fase koloid memang masih bisa diamati dan dibedakan secara makroskopis.

Fungsi koloid

Berikut dibawah ini adalah fungsi koloid antara lain:

  • Dapat Membantu menjernihkan air.
  • Dapat Membantu pembuatan obat noted.
  • Dapat Meyerap racun.
  • Dapat Pelarut dalam produk kosmetik.
  • Dapat Penyerap zat warna pada kain.
  • Dapat Membentuk emulsi antara kotoran (minyak) dengan air, Maka sabun dan detergen bisa membersihkan kotoran dari minyak.
  • Dapat Membantu memutihkan gula tebu.
  • Dapat untuk membantu menggumpalkan darah.

Ciri-Ciri Koloid

Koloid mempunyai beberapa ciri dan karakteristik yang unik. Berikut dibawah ini yaitu ciri-cirinya :

  • Dispersi molekuler.
  • Sifat campuran koloid adalah heterogen.
  • Koloid tidak bisa disaring.
  • Dimensi partikel kurang dari 1 nm.
  • Sistem koloid stabil dikarenakan oleh gaya tarik menarik, yang menyebabkan partikel koloid berkumpul akan membentuk agregat dan mengendap.

Sifat Koloid

Berikut dibawah ini adalah sifat koloid sebagai berikut :

1. Efek Tydall

Cahaya pada saat menembus air yang jernih sehingga akan di belokan, namun airan koloid ini akan di biaskan atau di hamburkan. Jadi karena koloid memiliki sifat tydall. Efek ini bisa membedakan sistem koloid dari sebuah larutan.

2. Gerak Brown

Partikel koloid akan dapat bergerak sangat cepat dan patah-patah atau juga zig-zag dalam medium pendispersi. Dan gerakan acak atau zig zag ini dapat disebut dengan gerak brown. Jadi gerakan ini berguna sebagai penstabilan partikel koloid maka tidak menjadi pemisah antara partikel terdispersi dan medium pendispensi.

3. Elekroforesis

Apabila koloid di aliri aliran listrik maka partikel koloid akan bergerak menuju electrode positif atau electrode negative. Maka bisa membuktikan bahwa koloid memiliki sebuah aliran listrik. Dan Gerak partikel koloid dalam medan listrik bisa di sebut dengan elektroforesis.

4. Adsorpsi

Pada permukaan partikel koloid bisa menatik partikel yang bermuatan listrik padadi sekitarnya. Maka hal ini dikarenakan koloid bermuatan listrik. Untuk Proses ini dapat di sebut dengan absorpsi. Maka contoh absorpsi yaitu penjernihan air tebu, penjernihan air dan pembuatan obat noted.

Jenis koloid

Berikut dibawah ini merupakan jenis kolodi antara lain :

1. Sol

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa padatan dan juga fasa pendispersinya berupa cairan. Misalnya sol emas, tinta, dan cat.

2. Sol padat

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa padatan dan fasa pendispersinya padatan. Misalnya gelas berwarna, dan intan hitam.

3. Emulsi

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa cairan dan juga fasa pendispersinya cairan. Misal contoh susu, santan, dan minyak ikan.

4. Emulsi padat

Sistem koloid ini bisa terbentuk karena dari fasa terdisfersi yang berupa cairan dan juga fasa pendispersinya yang berupa sebuah padatan. Misal contoh jelly, mutiara, dan keju.

5. Aerosol padat

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa padatan dan juga fasa pendispersinya yang berupa sebuah gas. Misal contoh asap dan debu.

6. Aerosol cair

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa cairan dan juga fasa pendispersinya yang berupa gas. Misal contoh kabut, awan, dan hair spray.

7. Buih

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa gas dan juga fasa pendispersinya yang berupa cairan. Misal contohnya: buih sabun, dank rim kocok.

8. Buih Padat

Sistem koloid ini terbentuk karena dari fasa terdispersi yang berupa gas dan juga fasa pendispersinya yang berupa padatan. Misal contoh karet busa dan batu apung.

Baca Juga : Massa Jenis Air

Contoh Koloid

Maka dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai pada bidang kosmetik, industri, farmasi dan sebagainya, sebagai berikut :

  • Kosmetik, contohnya : pembersih wajah, shampoo, deodorant, foundation dan lainnya.
  • Tekstil, contohnya : pewarna dalam bentuk sol.
  • Farmasi, contohnya : obat dalam bentuk sol.
  • Indsutri, contohnya : detergen dan sabun.
  • Makanan dan Minuman, contohnya : susu, mentega, saus, Kecap, mayonais dan lainnya.

Demikian pembahasan mengenai koloid, mulai dari Pengertian, Fungsi, Sifat, Jenis, Contoh Umum. Semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Alfian
Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Perubahan Kimia

Alfian Alfian
1 min read

Tabel Periodik

Alfian Alfian
3 min read

Rumus Senyawa

Alfian Alfian
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *