Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Kalorimeter

2 min read

Kalorimeter

Pada pembahasan ini kita akan mengulas materi pembahasan yang menarik adalah kalorimeter mulai dari pengertian, fungsi, dan prinsip kerja. Maka anda perlu simak berikut dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Kalorimeter

Kalorimeter merupakan suatu alat untuk menentukan kalori dengan cara mengukur perubahan suhu dan juga pada perubahan efek termal. Kalorimeter termasuk alat yang biasa di gunakan untuk beberapa percobaan yang berkaitan dengan kalori. Maka alat ini memungkinkan perpindahan kalor ke lingkungan sekitar seminimum mungkin.

Selain itu, sebuah kalorimeter memiliki dua bejana yang terpisahkan oleh suatu ruang udara. Bejana yang disebelah dalam terbuat dari aluminium mengkilat untuk dapat mengurangi penyerapan kalor oleh dinding pada bejana. Dan juga tutup bejana itu terbuat dari kayu yang adalah penghantar yang buruk agar tidak banyak panas yang hilang. Maka Kalorimeter bisa digunakan untuk mengukur kalor jenis pada suatu zat.

Kalorimeter

Maka umumnya untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki suatu benda adalah dengan mengukur suhu benda itu. Namun apabila suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar. Dan begitu juga sebaliknya apabila suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.

Panas bisa berpindah dengan tiga cara adalah :

Konduksi adalah sebuah perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan massa atau partikel zat. Terjadi pada zat padat.

Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan massa atau partikel zat. Terjadi pada zat cair dan gas.

Radiasi adalah perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik (tidak memerlukan medium), contohnya matahari.

Fungsi Kalorimeter

Berikut dibawah ini yaitu beberapa fungsi kalorimeter adalah:

  1. Mengukur jumlah kalor pada suatu perubahan reaksi kimia.
  2. Mendeteksi kalor pada suatu perubahan reaksi kimia.
  3. Menghitung jumlah kalor pada suatu perubahan reaksi kimia.
  4. Sebagai untuk alat peneliti percobaan pada kalor.
  5. Mendeteksi adanya suhu pada kalor.

Prinsip Kerja Kalorimeter

Maka fungsi kalorimeter yaitu untuk mengukur dan mendeteksi kalor pada suatu perubahan reaksi kimia. Maka hal tersebut prinsip kerja kalorimeter yaitu untuk dapat mengalirkan arus listrik pada kumparan kawat penghantar yang dimasukan ke dalam air suling.

Kawat akan bergerak pembawa muatan bertumbukan dengan atom logam dan akan kehilangan energi. Maka kawat pembawa muatan bertumbukan dengan kecepatan konstan sebanding dengan kuat medan listriknya. Jadi pada pertumbuhannya membawa muatan akan menyebabkan logam yang dialiri arus listrik untuk memperoleh energi adalah energi kalor / panas.

Apabila jika semakin besar nilai tegangan listrik dan arus listrik suatu bahan maka panas listrik dimiliki bahan kalorimeter maka akan semakin kecil. Bisa dilihat pengukuran dengan memakai arus kecil yang menghasilkan nilai yang kecil.

Maka hal ini adalah suatu anggapan yang salah karena dalam pengukuran pertama perubahan suhu yang digunakan sangatlah kecil dan berbeda dengan data yang memakai arus besar. Namun jika perubahan suhu itu sama besarnya maka yang berarus kecil yang memiliki tara panas listrik yang besar.

Berikut dibawah ini terdapat Tabel untuk memperlihatkan besar kalor jenis untuk beberapa zat pada suhu 20 derajad C. Hingga batas tertentu, nilai kalor jenis (c) bergantung pada suhu (sebagaimana akan bergantung sedikit pada tekanan). Namun untuk perubahan suhu yang tidak terlalu besar, c seringkali dianggap sebagai konstan.

Zatkkal/kg derajat cJ/kg derajat c
Aluminium0,22900
Tembaga0,093390
Kaca0,20840
Besi0,11450
Timah Hitam0,031130
Marmer0,21860
Perak0,056230
Kayu0,41.700
Alkohol0,582.400
Air Raksa0,033140
Air
Es (-5oC)0,502.100
Cair (15oC)1,004.186
Uap (110oC)0,482.010
Tubuh Manusia (rata-rata)0,833.470
Protein0,41.700

Rumus Menghitung Kalor

Rumus Menghitung Kalor

Baca Juga : Konfigurasi Elektron

Contoh Soal Kalor

Berapakah kalor yang diperlukan dalam memanaskan 4 kg besi dari suhu 200 C menjadi 700 C. Apabila kalor jenis besi 460 J/kg derajad C?

Jawab :

m = 4 kg

c = 460 J/kg derajad C

delta T = 700C – 200C = 500C

Q = m x c x delta T

Q = 4 kg x 460 J/kg derajat C x 500C

Q = 92.000 J

Jadi kalor yang diperlukan dalam memanaskan besi yaitu 92.000 J atau 92 kilo joule (92 KJ).

Demikian Pembahasan mengenai kalorimeter mulai dari pengertian, fungsi dan prinsip kerja umu. Semoga artikel dapat menambah wawasan serta informasi anda. Terima Kasih

Alfian
Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Perubahan Kimia

Alfian Alfian
1 min read

Tabel Periodik

Alfian Alfian
3 min read

Rumus Senyawa

Alfian Alfian
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *