Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Hidrolisis Garam

3 min read

Hidrolisis Garam

Pada pembahasan ini mengenai Hidrolosis Garam, kita akan jabarkan secara detail dan lengkap dari pengertian, macam-macam, rumus, beserta contoh soal dan penyelesaiannya.

Pengertian Hidrolisis Garam

Hidrolisis berasal dari kata hidro yang artinya air dan lisis mempunyai makna penguraian. Maka, hidrolisis adalah sebuah reaksi penguraian dalam air.

Hidrolisis garam adalah sebuah reaksi penguraian garam dalam air yang membentuk ion positif dan ion negatif. Ion-ion itu akan bereaksi dengan air membentuk suatu asam (H3O+) dan juga basa (OH–) asalnya.

Hidrolisis garam merupakan sebuah reaksi penguraian yang terjadi antara kation dan anion garam dengan air yang dalam suatu larutan. Kation dan anion yang bisa mengalami reaksi hidrolisis.

Jadi kation dan anion garam yang sudah termasuk elektrolit lemah. Namun kation dan anion garam yang tidak terhidrolisis adalah kation dan anion garam yang termasuk elektrolit yang kuat.

Hidrolisis

Macam Macam Hidrolisis

Apabila ditinjau dari sebuah komponen pembentuknya garam dan juga banyak tidaknya garam itu bisa diuraikan ketika direaksikan dengan air. Sehingga reaksi hidrolisis bisa dibedakan sebagai berikut ini :

1. Hidrolisis Parsial

Hidrolisis parsial adalah sebuah garam ketika direaksikan dengan air hanya salah satu sebagian ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis.

Namun yang lainnya tidak, karena komponen-komponen penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisi parsial ini yaitu asam lemah dan juga basa kuat atau sebaliknya.

2. Hidrolisis Total

Hidrolisis total adalah reaksi penguraian seluruh garam oleh air, yang mana komponen garam terdiri dari asam lemah dan basa lemah. Namun berdasarkan jenis-jenis ion yang dihasilkan ketika garam terlarut dalam air.

3. Hidrolisis Anion

Jika garam yang terdiri dari komponen-komponen molekul asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan molekul air. Maka garam-garam ini hanya akan terhidrolisis sebagian parsial yang didalam air dan akan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH-). Namun demikian, yang terhidrolisis adalah namun anion dari asam lemah dan kation dari basa kuat tidak terhidrolisis.

Contoh :

CH3COONa( aq ) → CH3COO–( aq ) +Na+ ( aq )

CH3COO– +H2O ↔ CH3COOH +OH–

Na+ +H2O → tidak terjadi reaksi

Rumus diatas, menjelaskan bahwa CH3COO – yang bertindak sebagai anion asam lemah terhidrolisis membentuk OH– . Namun ketika garam direaksikan dengan molekul air (H2O) sedangkan Na+ yang bertindak untuk kation dari basa kuat yang tidak terhidrolisis ketika direkasikan dengan molekul air.

Maka kesimpulannya yaitu garam dengan komponen pembentuk asam lemah dan basa kuat. Apabila direaksikan dengan air akan terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion yang bersifat basa.

4. Hidrolisis Kation

Jadi ini sama dengan reaksi hidrolisis yang antara garam dengan komponen molekul asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan molekul air.

Apabila garam dengan komponen penyusun asam kuat dan basa lemah dilarutkan kedalam molekul air juga akan dapat mengalami suatu proses hidrolisis parsial dan menghasilkan ion yang bersifat asam (H+).

Maka hal ini diakibatkan karena hanya kation dari basa lemah terhidrolisis. Namun anion dari asam kuat tidak mengalami hidrolisis.

Contoh :

NH4Cl → NH4+ +Cl–

NH4+ +H2O ↔ NH4OH + H+

Cl– +H2O → tidak terjadi reaksi

Maka berdasarkan contoh diatas, bisa dijelaskan bahwa NH4+ yang bertindak sebagai basa lemah terhidrolisis. Dapat menghasilkan ion yang bersifat asam, adalah H+. Namun Cl- yang sebagai anion asam kuat tidak terhidrolisis.

5. Kation dan Anion Terhidrolisis

Apabila garam dengan komponen asam lemah dan juga basa lemah yang direaksikan dengan molekul air sehingga akan mengalami hidrolisis total.

Maka hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kation dari basa lemah maupun anion dari asam lemah bisa terhidrolisis secara sempurna. Reaksi hidrolisis ini dapat menghasilkan sebuah ion H+ maupun OH-.

Misal :

CH3COONH4 → CH3COO– + NH4+

CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH–

NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+

Dari contoh tersebut, menjelaskan bahwa ke-2 komponen penyusun garam CH3COO– (anion dari asam lemah) dan NH4+ (kation dari basa lemah) dapat terhidrolsis secara sempurna yang masing-masing berurutan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH–) dan akan ion yang bersifat asam (H+).

Rumus Hidrolisis Garam

1. Garam yang Terbentuk dari Komponen Asam Lemah dan Basa Kuat

Apabila Garam yang berasal dari asam lemah dan juga basa kuat dalam air akan mengalami hidrolisis sebagian. Maka Komponen garam (anion asam lemah) akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan sebuah ion OH-, Sehingga pH > 7 maka larutan garam bersifat basa.

Contohnya CH3COOK, CH3COONa, KCN, CaS, dan lainnya.
Reaksi ionisasi = CH3COOK( aq ) → K+( aq ) + CH3COO-( aq )

Reaksi hidrolisis = K + (aq) + H2O(l) -/-> (tidak terhidrolisis)
CH3COO-( aq ) + H2O( l ) → CH3COOH( aq ) + OH-( aq ) bersifat basa.

Rumus :

Rumus

Keterangan :

Kh yaitu konstanta hidrolisis
Kw  yaitu konstanta air
Ka  yaitu konstanta asam
[G]  yaitu konsentrasi garam
h  yaitu derajat hidrolisis

Maka untuk menentukan besarnya derajat hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dan juga basa kuat bisa digunakan rumus berikut ini :

Rumus Hidrolisis

2. Garam yang Terbentuk dari Komponen Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air akan dapat mengalami hidrolisis yang sebagian dikarenakan salah satu komponen garam (kation basa lemah). Mengalami hidrolisis menghasilkan ion H+,maka pH < 7 maka larutan garam bersifat asam.

Rumus :

Rumus

Keterangan :

Kh adalah konstanta hidrolisis
Kw adalah konstanta air
Kb adalah konstanta basa
[G] adalah konsentrasi garam
h adalah derajat hidrolisis

Namun untuk menentukan besar derajat hidrolisis garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah sehingga digunakan rumus sebagai berikut.

Rumus Hidrolisis Garam

3. Garam yang Terbentuk dari Komponen Asam Lemah Dan Basa Lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan juga basa lemah dalam air akan mengalami hidrolisis total. Maka karena ke-2 komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah). Terhidrolisis akan menghasilkan ion H+ dan ion OH-. Maka untuk harga pH larutan ini ya bergantung pada harga Ka dan Kb.

Rumus :

Rumus

Keterangan :

Kw yaitu konstanta air
Ka  yaitu konstanta asam
Kb  yaitu konstanta basa
Kh  yaitu konstanta hidrolisis

Harga pH dari garam terbentuk dari komponen asam lemah dan juga basa lemah tergantung dari harga Ka dan Kb.

a. Jika Ka = Kb, sehingga larutannya bersifat netral (pH = 7).
b. Jika Ka > Kb, sehingga larutannya bersifat asam (pH < 7).
c. Jika Ka < Kb, sehingga larutannya bersifat basa (pH > 7).

Baca Juga : Stoikiometri

Contoh Soal

1. Apabila jika 50 mL larutan KOH 0,5 M yang dicampurkan dengan 50 mL larutan CH3COOH 0,5 M. Maka hitung pH campuran yang terjadi (Ka = 10-6) ?

Jawab :

Jawaban

2. Hitunglah pH larutan CH3COONH4  0,1 M. Apabila diketahui Ka CH3COOH = 10-10 

Jawab :

Demikian pembahasan lengkap mengenai materi mengenai Hidrolisis Garam. Semoga dapat bermanfaat. Terima Kasih

Alfian
Alfian Jadilah manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya membantu hal-hal yang kecil.

Perubahan Kimia

Alfian Alfian
1 min read

Tabel Periodik

Alfian Alfian
3 min read

Rumus Senyawa

Alfian Alfian
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *